Ketika Punk Memprotes Konser Jello Biafra di Tel Aviv Israel Untuk Membela Palestina
Brian Van Slyke, seorang aktivis yang suka memperjuangkan keadilan masyarakat dan juga seorang penggerak kolektif punk dan record label indie di Massachusetts mengkritik sikap Jello. Bagi Brian, Punk selalu bicara tentang anti penindasan, suatu hal yang ane jika seorang founding father seperti Jello Biafra justru kini bermain disebuah negara yang melakukan penindasan dan teror atas kemerdekaan bangsa lain.
“Melakukan konser musik dan bersenang – senang di sebuah negara apartheid seperti Israel dengan penjajahannya adalah suatu hal yang bertentangan dengan semangat punk yang penuh solidaritas kemanusiaan yang menolak penindasan dan pengekangan atas kemerdekaan” Jelasnya.
Martial Kurtz, Aktivis Palestine Solidarity Campaign dari London, UK juga memprotes Jello dengan keras. Martial berkata bahwa dia telah mendengarkan Band Dead Kennedys sejak tahun 80-an, dan baru kali ini dia melakukan kritikan terhadap perilaku personal band yang dikaguminya itu.
“Saya mendengarkan Dead Kennedys sejak tahun 80-an, dan baru sekarang saya menemukan alasan mengkritik mereka. Saya telah bergabung dengan gerakan solidaritas Palestina selama 10 tahun di Londong, dan sikap Jello yang ingin melakukan konser di Tel Aviv Israel, membuat perut saya mules dan ingin muntah. Jello Jangan lakukan itu! jika ini cuma masalah uang, seharusnya Punk selalu terbiasa dengan kehidupan DIY dan menolak menjadi bagian dari tembok apartheid” Jelas Martial.
Greg Timony, Pelajar dari Irlandia berkata ” saya serukan pemboikotan untuk semua pembunuhan seperti yang dilakukan rezim Israel Dan Syria, Jika Jello tetap akan konser di Tel Aviv, percayalah tidak akan pernah ada lagi Dead Kennedy dalam kehidupan saya”
Seruan protes ini juga datang dari hampir seluruh belahan dunia, dimana fans dari Dead Kennedy berada. Mereka semua rata – rata mengancam akan memboikot Jello Biafra dan Dead Kennedys dan akan berhenti mengidolakan band Punk yang sangat lawas ini.
Dead Kennedys
Adalah sebuah band Punk Rock dari San Fransisco, California. Menyerang semua asumsi dari pergerakan politis kiri maupun kanan dengan humor. Musik mereka mencampur lebih banyak dari elemen-elemen musik eksperimental dari musik punk Inggris dengan energi dari punk dari Amerika. Vokalis dari Dead Kennedys pada masa awal adalah Jello Biafra. Walau sekarang Jello Biafra sudah bukan bagian dari Band ini tersebut, tapi sosoknya dalam scene Punk cukup berpengaruh.
Dead Kennedys diperhatikan karena penggunaan liriknya, yang mana biasanya mereka mengambil dari kehidupan sehari-hari rakyat Amerika yang sangat jauh dari pandangan sayap kiri (Biafra sendiri adalah seorang penganut anarkisme). Tak seperti band punk sayap kiri lainnya yang menggunakan slogan-slogan pergerakan secara langsung, lirik-lirik Dead Kennedys biasanya bernuansakan satyr, dan bahkan lebih sering sarkastik. Lagu “Holiday In Cambodia” adalah sebuah lagu yang satyr dan multi persepsi dimana dalam lirik itu orang-orang kaya dan Khmer Merah sebagai target perang pemerintah Amerika (pada saat merekam lagu tersebut pemerintah Amerika sedang mendukung rencana taktis Pol Pot dalam perang melawan Vietnam).
Lagu-lagu seperti “Kill The Poor”, “California Über Alles” dan “Police Truck” sebenarnya mengambil dari pandangan musuh mereka, kelompok sayap kanan. Pada awalnya ada beberapa kasus dimana band tersebut didukung oleh para pergerakan punk sayap kanan yang mana mereka mengambil dari lirik lagu “Kill The Poor”, dan sebagainya, sebenarnya mereka salah persepsi dari lagu satyr tersebut. Dead Kennedys lalu menulis sebuah lagu untuk merespons kesalahan pandangan dari elemen tersebut, lagu tersebut mereka beri judul “Nazi Punk F**K Off!” yang kemudian lagu ini di-cover oleh Napalm Death.
Elemen-elemen lirik Dead Kennedys lainnya termasuk taktik-taktik militer yang mengejutkan, seperti pembunuhan imajiner di lagu “Holiday In Cambodia” dan “Chemical Warfare”. Bagaimanapun juga, tak seperti band-band punk dan hardcore lainnya yang bermain dengan tema-tema yang sama, Dead Kennedys biasanya mempunyai pandangan yang lebih jelas akan lirik-lirik lagu mereka.
Jello Biafra meneruskan dirinya sebagai seorang kritikus terpandang akan kebijakan-kebijakan politik Amerika, dia melakukan kuliah-kuliah politik di berbagai tempat baik sesudah maupun selama dia masih bersama Dead Kennedys. Sebagai seorang anarko, dia juga dikenal sebagai sosok atheist yang kuat dalam berfilsafat. (Tentu dia bukan figur yang tepat untuk kita jadikan panutan–ed).
Sikap Kita: Sebagai Seorang Punk dan Sebagai Muslim
Punk sangat menentang adanya penindasan dimuka bumi ini. Begitu juga sebagai seorang Muslim, penindasan adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Karenanya, isu tentang pembebasan Palestina dan pemboikotan terhadap Israel bukanlah isu agama tertentu saja. Isu ini adalah isu global yang harus diselesaikan bersama-sama dengan elemen-elemen gerakan kemanusiaan lainnya. Jika punk movement di Barat memboikot Israel karena penindasan yang dilakukan kepada warga muslim Palestina, maka kita sebagai Muslim pun melawan Israel karena penindasan yang mereka lakukan, dan juga karena Allah Swt telah memerintahkan kita peduli dengan nasib saudara-saudara seiman dimanapun mereka berada. Let’s make punk a threat again!
Rep : Maulana, Aik
Red : Catalist Fist
Tidak ada komentar:
Posting Komentar