BAND KERAS SATU INI MENAWARKAN OPSI YANG HMMMM, ,,, HIGHT QUALITY AMAZING BRUTAL DEATH, JANGAN DITANYA, . DALAM LIRIKNYA BANYAK MEMASUKAN KRITIK SOSIAL, KEBENCIAN TERHADAP ZIONIST ACT, PURE ANTI SATANIC,DAN BANYAK DAH.
bicara metal banyak hal yang terlihat dari luar itu sangar, pakai baju pentagram terlihat satanic (prosatan),agnostic ( mangakui Tuhan tapi tak beragama) atau atheist. semua cuma terlihat dari luar mungkin sama, . tapi salah jika ada orang yang memukul rata bahwa metal itu sesat, yah slah satu contoh band yang lagi dibahas ini dah, pertama dapet lagu band ini salah satunya berjudul "Hawa adalah symbol Dajjal" kalo dilihat dari judul sih wah melenceng banget. eits lama2 gw pennasaran samaa ini band gw cari layernye, smakin penasran, akhirnya kontradiksi sekali sama apa yang gw anggep, gw pikir sih emang pure satanic apalagi gw abis denger lagunye yang strategi setan. wuuuuuuuhhz . hmm baru dari sini neh gw mulai nukil2 metal lebih jauh, gak semua apa yang gw liat selama ini bahwa metal itu ALL about Negative. --------------------------------------------
makin seneng lama kelamaan denger nih lagu, lama kelamaan nyocok juga di kuping, satu yang lagu yang paling proud ame nih band dalem lagunye.
please chek
Jihad - Jihad
Berperang membela Islam
Dijalan kebenaran
Tak kan ada tujuan
Selain mati Syahid
Jihad perang suci
Jihad perang Syahid
Berjihad hidup mulia
Suci hati suci jiwa
Aku ingin mati Syahid
Bawa aku ke Surga Mu
-------------------------------------------
bewh dalem , lagu satu ini jadi cambukan juga sih bwt gw , Dalem ati sempet nanya, knapa kok anak metal yang terkesan penuh kenegatifan bisa kepikiran membela agama walaupun scene musik yang dibawa ancur banget. bagi yang gak tau musik khususnya genre "METAL". sedangkan gw yang biasa aja yah terlihat rapih lah jalanin hari gak neko2(tanpa masalah/normal2 aje), tapi urusan agama beuh minim banget. sampe2 kpikiran pernah malu pengen shalat pake peci aja males banget, Al-Qur'an rapih (gak pernah dibaca) wakakakkakakak. ketauan yang biasa2 malah awam.
yah nilai plus lah nih band dibanding , band 2 yang rajin nongol di tv bikin album religi cuma moment ramaadahn doang. ex ramadhan balik lagi ke kufuran memuji cinta , bikin lirik " hanya kamu dihatiku satu " loh Tuhan lo Kemana masa Cinta dibulan ramadhan doang, ketauan banget kan , jual nama Tuhan cuma buat kebutuhan kocek doang! hehehe smoga kaga " ckckc agak su'udhon dikit".
bukan mengecilkan band yang cuma berjingkrak , haus famous kaya di tv2 saat ini, padahal pandangan agamanya nol, cuma pengen dipuji whadoh. gak etis lah jadi dibilang musisi,
tetep yang patut dibilang musisi itu band2 yang kaga mau exist dengan tampang, gak mau diliput media tapi distribusi karyanya "skill Plus nn talk less" menurut gw yng begini nih yang sharusnya dihargai. tapi tetep mereka konsisten bahwa scene bawah tanah, say oke famous gosa ke layar kaca cukup dibawwah tanah saja penikmatnya, itu sudah penghargaan besar buat band2 bawah tanah kalo banyak yang bersahabat ditelinga para underground.
okeh yah disitulah karya anak bangsa yang terpendam, terkubur, tapi punya tranfusi positif, stay bruth and straight over metALLLLLLLLLLL!!!!!!!!
rooots
midlegrowling
Selasa, 15 Mei 2012
'UNDERGROUND PUN MENGGEMPUR ZIONIS'

Diposting oleh khaleeda pada Feb 10, '10 12:10 AM untuk semuanya
| Kategori: | Lainnya |
Liputan Wawancara Eksklusif Ombat vokalis Tengkorak Thufail Al Ghifari dengan Majalah Sabili
Jangan berprasangka buruk dulu, apalagi mencela komunitas yang satu ini. Meski tampil urakan, ”ngepunk”, metal, tapi soal prinsip nomor satu. Ngeband, tapi saat adzan berkumandang, mereka segera menghentikan aktivitasnya dan shalat. Lirik mereka bukan pula anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan, melainkan bersumber dari Sirah Nabawi, al Qur’an dan hadits. Jangan anggap enteng, underground pun menggempur Zionis.
Salah satu personil komunitas underground, Tengkorak, Ombat, saat dijumpai Sabili, mengatakan, untuk menghancurkan negeri-negeri Muslim, khususnya di Indonesia, tak perlu dengan perang fisik, senjata, atau pun bom nuklir. Tapi cukup dijejali dengan drugs (obat-obatan terlarang), miras, film porno, media gosip, termasuk dengan musik.
Kesadaran itu mulai tergugah, tatkala Ombat pernah didatangi oleh media Barat saat hendak mewawancarainya. ’’Awalnya, gue ditanya siapa saja personilnya. Namun, sampai di satu titik, gue terkejut tatkala reporter asing itu ngomong begini: perang itu banyak bentuknya. Untuk menjajah negeri ini cukup dengan budaya. Dari obrolan itulah, gue justru mendapat hidayah. Selanjutnya, gue cari tahu dengan banyak membaca buku tentang keislaman,” ujar Ombat dengan bahasa slanknya.
Bukan rahasia umum lagi, derasnya musik beraliran cadas dari Barat, selalu mentransformasi misi, ada hidden agenda untuk merusak moral generasi muda. Ideologi anti kemapanan, anti negara, anti kapitalisme, anti agama adalah tema yang diusung lewat musik dengan berbagai macam jenis aliran, seperti metal, punk, hardcore, hingga rap.
Yang membuat reporter asing terkejut, ternyata di Indonesia, ada sebuah komunitas metal yang punya jatidiri. Tidak mengekor ke Barat dengan paket gaya hidupnya yang bebas, semau gue. “Kita bukan metal ala Barat, kita beda dalam hal eksepsional maupun attitude. Kita tetap jalankan shalat, puasa, menjauhi larangan agama, seperti narkoba, miras dan makanan haram lainnya,” tandas Ombat yang juga pengacara Muhammad Jibril.
Ombat sadar, musik bisa dijadikan alat dan doktrin untuk pembodohan. Itulah sebabnya musik dilawan dengan musik. Tak dipungkiri, musik metal identik dengan Barat. Namun komunitas underground Muslim hanya menjadikan musik sebagai sarana saja. Komunitas ini ingin membangun perspektif baru: bermusik tapi punya moralitas dan tetap religius.
”Musik memang bikin kita lalai, banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Tapi kita harus tahu, ketika ada kekuatan besar untuk menghancurkan moral, kita tepis dan lakukan perlawanan dengan attitude. Kita tunjukkan bahwa kita beda. Itu saja membuat mereka frustasi dan gagal untuk merusak orang muda. Mereka pikir, kita metal habis, yang bisa dicuci otaknya. Intinya, musik boleh saja, tapi jangan ikut mereka, satanisme sebagai ideologinya. Ketika kita beda, fenomena yang muncul adalah anak metal pun shalat. Fenomena itu muncul sejak 1999, awal 2000, berkembang hingga sekarang,” tukas Ombat yang sudah 16 tahun ngeband metal.
Dakwah Anak Metal
Komunitas underground memang bukan halaqah. Komunitas ini hanyalah kumpulan orang-orang muda yang energinya diluapkan dengan bermusik cadas. Tapi cadas bukan sembarang cadas. Ada pesan dan misi yang terkandung di dalam lirik lagu yang mereka mainkan. Siapa nyana, underground pun anti Zionis. Mereka memboikot makanan produk Zionis. Mereka membuat T-Shirt bergambar anti Zionis. Bahkan lirik dalam lagu mereka pun mengecam Zionis bedebah. ”Anti Zionis Action”. Begitulah genderang perang yang mereka kobarkan lewat musik.
Bagi aktivis dakwah, mungkin tak banyak yang tahu, bahwa ternyata ada yang mengisi ruang ini sebagai sasaran dakwah. Bagi yang belum mengenalnya lebih dekat, boleh jadi akan berprasangka buruk, menghina, mencaci, memfitnah dan selalu beranggapan negatif dengan eksistensi komunitas ini. Performance anak-anak muda ini memang terlihat angker, ”gokil”, dan berbagai stigma buruk lainnya. Apalagi, label pada T-Shirt mereka, sebagian ada yang berdesain tengkorak, dan huruf-huruf pentagram ala Metal. Tapi siapa nyana, anak metal pun religius, shalat, peduli Palestina, dan sekali lagi anti Zionis.
Tentu saja, pola dakwah komunitas underground berbeda dengan dakwah pada umumnya. Adalah Ombat (personil Tengkorak) dan Thufail al Ghifari (vokalis The Roots of Madinah) -- lama mengisi ruang ini dengan bahasa yang mereka pahami. Meski tidak berdakwah secara verbal, layaknya kiai dengan santrinya, Thufail, Ombat dan rekan se-visi sesungguhnya sedang berdakwah di tengah komunitasnya yang unik.
”Yang jelas, gue tidak berdakwah seperti cara Aa’ Gym memberi nasihat dengan bahasa verbal dan segudang dalil. Bahkan, seorang Aa’ Gym jika dihadirkan di komunitas metal sekalipun, boro-boro didengerin. Tapi kalau gue yang ngomong no problem, dan pasti didengerin. Karena memang gue dakwah dengan bahasa mereka. Kesadaran beragama itu tumbuh dari kesadaran individu masing-masing, tanpa harus menggurui. Gue punya cara sendiri, berdakwah dengan bahasa tubuh. Waktunya shalat ya shalat. Bagi gue memberi contoh itu dakwah yang paling efektif, ketimbang perintah,” tukas Thufail.
Yang menarik, komunitas underground, tidak mengenal istilah mentor. Di antara mereka tak ada yang paling alim, semua sama-sama mencari jatidiri. Yang memimpin, biasanya yang paling dituakan (senior). Dengan akidah, komunitas underground dipersatukan untuk mencari persamaan. Mereka menanggalkan khilafiyah atau perbedaan yang ada. Mereka memang bukan aktivis halaqah, tapi tidak juga melarang individu komunitas underground untuk gabung di halaqah tertentu. Mau gabung di HTI atau Jamaah Tabligh oke-oke saja. Selama sumbernya jelas, al Qur’an dan as Sunnah.
"Yang jelas, kalo ngaji masing-masing. Kami ngaji dimana saja. Jika ada taklim, gurunya Ustad Abu Bakar Ba’asyir, gue datang, artinya kita nggak ngeblok. Di sini, khilafiyah tidak berlaku. Kalo nggak gitu, kapan bersatunya. Insya Allah, kita ingin memberi contoh, bahwa musisi pun bisa bersatu karena persamaan akidah. Perbedaan aliran musik bukanlah gap, tapi lebih kepada segmennya saja. Pas ngumpul, selain bermusik, kita biasanya ngobrol membahas hal-hal yang sifatnya pengetahuan. Di Masjid Al Azhar, kami silaturahim antar musisi,” tandas Ombat yang sudah mulai mengurangi performance baju metal dari luar. Ia mendesain gambar bajunya sendiri tentang hal-hal yang berbau jihad, perang pemikiran (ghazwul fikri) dan anti Zionis,” papar Ombat.
Dalam sebuah diskusi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Thufail al Ghifari pernah ditanya, kenapa harus bermetal-metal ria? Dengan enteng ia menjawab, ”Gue hidup di lingkungan orang awam. Tapi se-metal-metal gue, bila adzan tiba, gue pasti break, terus shalat. Dan tradisi itu gue tularkan pada temen-temen yang lain. Se-metal-metal gue, jika Palestina dizalimi, gue sakit hati. Bagi gue, masalahnya bukan pada label seseorang, tapi bisakah mempertahankan nilai-nilai prinsip dalam diri kita? Mending gue dilabelin orang awam, daripada dilabelin aktivis, tapi gue nggak bisa kasih contoh di masyarakat. Gue berharap, waktu kita jangan dihabiskan untuk berdebat, tapi berbuat, bukan pula dengan wacana-wacana.”

Metal Muslim
Sabili mencatat, ada beberapa kelompok band pelopor komunitas underground yang menyisipkan visi keislaman dalam lirik lagu yang mereka mainkan, sebut saja seperti: Tengkorak, GunxRose, Purgatory, The Roots of Madinah, Salameh Hamzah, Aftermath, PMDI Rhymes. Masing-masing kelompok punya karakter yang berbeda dalam melontarkan slogannya. Tengkorak, misalnya, dengan slogan Anti Zionist Action. Atau GunxRose yang menyebut dirinya modernitas puritan, punya slogan perlawanan: Membungkam Mulut-mulut para Atheis. ”Jihad is Our Way” adalah salah satu topik dalam beberapa event konser mereka. Atau Sound for Palestina di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu. Bak bungker akidah, anak metal yang dinahkodai Ombat, Thufail dan kawan se-visi terus berjuang membendung infiltrasi Barat lewat musik.
Mendengar nama kelompok band komunitas underground memang terkesan angker, liar, seperti komunitas yang tidak beragama, mengusung kebebasan, penikmat drugs, tatto, dan stigma buruk lainnya. Tapi, tak banyak yang tahu, bahwa tak semua komunitas underground ’terbius’ racun westernisasi. Ada memang diantara mereka yang telah melalui lembah hitam, namun hidayah merangkulnya untuk kembali ke jalan yang lurus. Bukan rahasia, banyak musisi ketika mencari inspirasi harus dengan mabuk lebih dulu. Kini, sebagian individu komunitas underground telah clean alias tobat. Mereka adalah kumpulan musisi cadas insaf, namun tetap menyalak.
Komunitas underground punya kelompok band masing-masing dengan aliran musik yang berbeda. Ada rock, metal, rap, punk, hardcore, grindcore, alternatif dan sebagainya. Kebanyakan mereka bermusik di jalur indie. Meski tidak mendeklarasikan dirinya sebagai metal Muslim atau punk Muslim, namun tetap saja ada yang menyebut mereka metal Muslim, punk Muslim, rapper Muslim dan sebagainya. Ketika di antara mereka bertemu dengan rekan se-visi, lalu klop, berlanjut dengan membentuk kelompok band dengan aliran tertentu.
Kebanyakan anak-anak underground yang sudah melalui fase musik, biasanya akan masuk ke fase pemikiran. Jika sudah masuk ke fase pemikiran, mereka dihadapkan oleh dua pilihan: menjadi atheis atau menjadi agnostic (percaya tuhan tapi tidak beragama). Intinya mereka bisa sekuler, atau orang yang salah paham terhadap agama, terutama Islam.
Meski saat ngeband dipanggung, tidak terdengar jelas lirik vokal yang dibawakan, namun fans mereka mencari tahu lirik yang dimaksud. Beberapa judul milik Tengkorak, seperti: Teroris, Jihad Soldier, adalah bentuk penyisipan Islam, meski tak tersirat. Begitu juga dengan The Roots of Madinah dengan beberapa judulnya: Darah di atas Pedang, Konspirasi Haykal, Syair Tanah Terjajah, dan Dari Jakarta hingga Jalur Gaza. Tak beda dengan Purgatory. Mereka satu visi sebagai agen Anti Zionist Action.
Menurut Thufail, latar belakang anak underground sendiri, justru kebanyakan mereka dari keluarga yang mapan. Karena musik-musik underground yang mereka bawa ke Indonesia adalah mereka yang kuliah ke luar negeri. ”Jadi salah, kalau ada yang bilang, musisi underground itu dari lapisan keluarga miskin dan anak jalanan. Mereka adalah orang-orang menengah ke atas. Mereka juga datang dari kalangan yang berpendidikan, bahkan ada yang berprofesi pengacara dan jaksa. Ketika visi-misi itu teragendakan, mereka tularkan kepada komunitas underground lain yang belum tersentuh keislamannya,” ujar Ombat.
Down load-down load internet di tahun 90-an, adalah mainan orang kaya. Jika musik-musik itu sampai ke Indonesia, pasti mereka yang pernah ke luar negeri. Cuma kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan brokenhome. Mereka mencari pelarian melalui musik, dan membangun dunia sendiri, komunitas sendiri, dan gaya hidup sendiri. Meski akhirnya salah jalan.

Agar memiliki wadah bersama antar musisi metal se-visi, Thufail dan sahabat-sahabatnya membentuk berandalan puritan plus dengan situsnya: www.berandalanpuritan.blogspot.com. Sebelumnya, ada jembatan harakah. Hingga saat sudah ada 1.000 orang yang tergabung, bukan hanya ikatan persaudaraan, melainkan juga mengikuti gaya hidup yang tidak melanggar moral dan agama, dalam hal ini Islam. Karakter dari anak metal adalah melontarkan kontra propaganda. ”Metal memang identik dengan kemarahan (angry). Tapi itulah hati nurani yang tidak dibuat-buat,” ujar Thufail.
Saat ini, sudah ada beberapa band yang sadar akan perlunya dakwah Islam ke dalam komunitas underground. Untuk itu perlu skill tersendiri untuk bisa masuk ke komunitas ini. Memang ini bukan segmen kelompok LDK atau komunitas yang sudah mengaji di harakah-harakah, tapi murni dakwah di kalangan underground.
Diakui Thufail al Ghifari, perang yang sedang berlangsung saat ini adalah perang tanpa senjata. Sebagai Muslim, tentu ibadah tertinggi adalah jihad qital. Tapi kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk diterapkan jihad Qital. Maka, yang harus dilakukan adalah mengcounter pemikiran dengan pemikiran, teknologi dengan teknologi, ekonomi dengan ekonomi, gaya hidup dengan gaya hidup. Inilah manuver yang kita sebut perang tanpa senjata.
reportase : Oleh Adhes Satria (Sabili)
Baca aja di majalah sabili EDISI NO.13 / THN XVII COVER : Dengan Headline 2010 PROGRAM MENGHANCURKAN NEGERI ISLAM dan Topik Pembahasan: 'UNDERGROUND PUN MENGGEMPUR ZIONIS'.
Jangan berprasangka buruk dulu, apalagi mencela komunitas yang satu ini. Meski tampil urakan, ”ngepunk”, metal, tapi soal prinsip nomor satu. Ngeband, tapi saat adzan berkumandang, mereka segera menghentikan aktivitasnya dan shalat. Lirik mereka bukan pula anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan, melainkan bersumber dari Sirah Nabawi, al Qur’an dan hadits. Jangan anggap enteng, underground pun menggempur Zionis.
Salah satu personil komunitas underground, Tengkorak, Ombat, saat dijumpai Sabili, mengatakan, untuk menghancurkan negeri-negeri Muslim, khususnya di Indonesia, tak perlu dengan perang fisik, senjata, atau pun bom nuklir. Tapi cukup dijejali dengan drugs (obat-obatan terlarang), miras, film porno, media gosip, termasuk dengan musik.
Kesadaran itu mulai tergugah, tatkala Ombat pernah didatangi oleh media Barat saat hendak mewawancarainya. ’’Awalnya, gue ditanya siapa saja personilnya. Namun, sampai di satu titik, gue terkejut tatkala reporter asing itu ngomong begini: perang itu banyak bentuknya. Untuk menjajah negeri ini cukup dengan budaya. Dari obrolan itulah, gue justru mendapat hidayah. Selanjutnya, gue cari tahu dengan banyak membaca buku tentang keislaman,” ujar Ombat dengan bahasa slanknya.
Bukan rahasia umum lagi, derasnya musik beraliran cadas dari Barat, selalu mentransformasi misi, ada hidden agenda untuk merusak moral generasi muda. Ideologi anti kemapanan, anti negara, anti kapitalisme, anti agama adalah tema yang diusung lewat musik dengan berbagai macam jenis aliran, seperti metal, punk, hardcore, hingga rap.
Yang membuat reporter asing terkejut, ternyata di Indonesia, ada sebuah komunitas metal yang punya jatidiri. Tidak mengekor ke Barat dengan paket gaya hidupnya yang bebas, semau gue. “Kita bukan metal ala Barat, kita beda dalam hal eksepsional maupun attitude. Kita tetap jalankan shalat, puasa, menjauhi larangan agama, seperti narkoba, miras dan makanan haram lainnya,” tandas Ombat yang juga pengacara Muhammad Jibril.
Ombat sadar, musik bisa dijadikan alat dan doktrin untuk pembodohan. Itulah sebabnya musik dilawan dengan musik. Tak dipungkiri, musik metal identik dengan Barat. Namun komunitas underground Muslim hanya menjadikan musik sebagai sarana saja. Komunitas ini ingin membangun perspektif baru: bermusik tapi punya moralitas dan tetap religius.
”Musik memang bikin kita lalai, banyak mudharat ketimbang manfaatnya. Tapi kita harus tahu, ketika ada kekuatan besar untuk menghancurkan moral, kita tepis dan lakukan perlawanan dengan attitude. Kita tunjukkan bahwa kita beda. Itu saja membuat mereka frustasi dan gagal untuk merusak orang muda. Mereka pikir, kita metal habis, yang bisa dicuci otaknya. Intinya, musik boleh saja, tapi jangan ikut mereka, satanisme sebagai ideologinya. Ketika kita beda, fenomena yang muncul adalah anak metal pun shalat. Fenomena itu muncul sejak 1999, awal 2000, berkembang hingga sekarang,” tukas Ombat yang sudah 16 tahun ngeband metal.
Dakwah Anak Metal
Komunitas underground memang bukan halaqah. Komunitas ini hanyalah kumpulan orang-orang muda yang energinya diluapkan dengan bermusik cadas. Tapi cadas bukan sembarang cadas. Ada pesan dan misi yang terkandung di dalam lirik lagu yang mereka mainkan. Siapa nyana, underground pun anti Zionis. Mereka memboikot makanan produk Zionis. Mereka membuat T-Shirt bergambar anti Zionis. Bahkan lirik dalam lagu mereka pun mengecam Zionis bedebah. ”Anti Zionis Action”. Begitulah genderang perang yang mereka kobarkan lewat musik.
Bagi aktivis dakwah, mungkin tak banyak yang tahu, bahwa ternyata ada yang mengisi ruang ini sebagai sasaran dakwah. Bagi yang belum mengenalnya lebih dekat, boleh jadi akan berprasangka buruk, menghina, mencaci, memfitnah dan selalu beranggapan negatif dengan eksistensi komunitas ini. Performance anak-anak muda ini memang terlihat angker, ”gokil”, dan berbagai stigma buruk lainnya. Apalagi, label pada T-Shirt mereka, sebagian ada yang berdesain tengkorak, dan huruf-huruf pentagram ala Metal. Tapi siapa nyana, anak metal pun religius, shalat, peduli Palestina, dan sekali lagi anti Zionis.
Tentu saja, pola dakwah komunitas underground berbeda dengan dakwah pada umumnya. Adalah Ombat (personil Tengkorak) dan Thufail al Ghifari (vokalis The Roots of Madinah) -- lama mengisi ruang ini dengan bahasa yang mereka pahami. Meski tidak berdakwah secara verbal, layaknya kiai dengan santrinya, Thufail, Ombat dan rekan se-visi sesungguhnya sedang berdakwah di tengah komunitasnya yang unik.
”Yang jelas, gue tidak berdakwah seperti cara Aa’ Gym memberi nasihat dengan bahasa verbal dan segudang dalil. Bahkan, seorang Aa’ Gym jika dihadirkan di komunitas metal sekalipun, boro-boro didengerin. Tapi kalau gue yang ngomong no problem, dan pasti didengerin. Karena memang gue dakwah dengan bahasa mereka. Kesadaran beragama itu tumbuh dari kesadaran individu masing-masing, tanpa harus menggurui. Gue punya cara sendiri, berdakwah dengan bahasa tubuh. Waktunya shalat ya shalat. Bagi gue memberi contoh itu dakwah yang paling efektif, ketimbang perintah,” tukas Thufail.
Yang menarik, komunitas underground, tidak mengenal istilah mentor. Di antara mereka tak ada yang paling alim, semua sama-sama mencari jatidiri. Yang memimpin, biasanya yang paling dituakan (senior). Dengan akidah, komunitas underground dipersatukan untuk mencari persamaan. Mereka menanggalkan khilafiyah atau perbedaan yang ada. Mereka memang bukan aktivis halaqah, tapi tidak juga melarang individu komunitas underground untuk gabung di halaqah tertentu. Mau gabung di HTI atau Jamaah Tabligh oke-oke saja. Selama sumbernya jelas, al Qur’an dan as Sunnah.
"Yang jelas, kalo ngaji masing-masing. Kami ngaji dimana saja. Jika ada taklim, gurunya Ustad Abu Bakar Ba’asyir, gue datang, artinya kita nggak ngeblok. Di sini, khilafiyah tidak berlaku. Kalo nggak gitu, kapan bersatunya. Insya Allah, kita ingin memberi contoh, bahwa musisi pun bisa bersatu karena persamaan akidah. Perbedaan aliran musik bukanlah gap, tapi lebih kepada segmennya saja. Pas ngumpul, selain bermusik, kita biasanya ngobrol membahas hal-hal yang sifatnya pengetahuan. Di Masjid Al Azhar, kami silaturahim antar musisi,” tandas Ombat yang sudah mulai mengurangi performance baju metal dari luar. Ia mendesain gambar bajunya sendiri tentang hal-hal yang berbau jihad, perang pemikiran (ghazwul fikri) dan anti Zionis,” papar Ombat.
Dalam sebuah diskusi di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Thufail al Ghifari pernah ditanya, kenapa harus bermetal-metal ria? Dengan enteng ia menjawab, ”Gue hidup di lingkungan orang awam. Tapi se-metal-metal gue, bila adzan tiba, gue pasti break, terus shalat. Dan tradisi itu gue tularkan pada temen-temen yang lain. Se-metal-metal gue, jika Palestina dizalimi, gue sakit hati. Bagi gue, masalahnya bukan pada label seseorang, tapi bisakah mempertahankan nilai-nilai prinsip dalam diri kita? Mending gue dilabelin orang awam, daripada dilabelin aktivis, tapi gue nggak bisa kasih contoh di masyarakat. Gue berharap, waktu kita jangan dihabiskan untuk berdebat, tapi berbuat, bukan pula dengan wacana-wacana.”
Metal Muslim
Sabili mencatat, ada beberapa kelompok band pelopor komunitas underground yang menyisipkan visi keislaman dalam lirik lagu yang mereka mainkan, sebut saja seperti: Tengkorak, GunxRose, Purgatory, The Roots of Madinah, Salameh Hamzah, Aftermath, PMDI Rhymes. Masing-masing kelompok punya karakter yang berbeda dalam melontarkan slogannya. Tengkorak, misalnya, dengan slogan Anti Zionist Action. Atau GunxRose yang menyebut dirinya modernitas puritan, punya slogan perlawanan: Membungkam Mulut-mulut para Atheis. ”Jihad is Our Way” adalah salah satu topik dalam beberapa event konser mereka. Atau Sound for Palestina di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu. Bak bungker akidah, anak metal yang dinahkodai Ombat, Thufail dan kawan se-visi terus berjuang membendung infiltrasi Barat lewat musik.
Mendengar nama kelompok band komunitas underground memang terkesan angker, liar, seperti komunitas yang tidak beragama, mengusung kebebasan, penikmat drugs, tatto, dan stigma buruk lainnya. Tapi, tak banyak yang tahu, bahwa tak semua komunitas underground ’terbius’ racun westernisasi. Ada memang diantara mereka yang telah melalui lembah hitam, namun hidayah merangkulnya untuk kembali ke jalan yang lurus. Bukan rahasia, banyak musisi ketika mencari inspirasi harus dengan mabuk lebih dulu. Kini, sebagian individu komunitas underground telah clean alias tobat. Mereka adalah kumpulan musisi cadas insaf, namun tetap menyalak.
Komunitas underground punya kelompok band masing-masing dengan aliran musik yang berbeda. Ada rock, metal, rap, punk, hardcore, grindcore, alternatif dan sebagainya. Kebanyakan mereka bermusik di jalur indie. Meski tidak mendeklarasikan dirinya sebagai metal Muslim atau punk Muslim, namun tetap saja ada yang menyebut mereka metal Muslim, punk Muslim, rapper Muslim dan sebagainya. Ketika di antara mereka bertemu dengan rekan se-visi, lalu klop, berlanjut dengan membentuk kelompok band dengan aliran tertentu.
Kebanyakan anak-anak underground yang sudah melalui fase musik, biasanya akan masuk ke fase pemikiran. Jika sudah masuk ke fase pemikiran, mereka dihadapkan oleh dua pilihan: menjadi atheis atau menjadi agnostic (percaya tuhan tapi tidak beragama). Intinya mereka bisa sekuler, atau orang yang salah paham terhadap agama, terutama Islam.
Meski saat ngeband dipanggung, tidak terdengar jelas lirik vokal yang dibawakan, namun fans mereka mencari tahu lirik yang dimaksud. Beberapa judul milik Tengkorak, seperti: Teroris, Jihad Soldier, adalah bentuk penyisipan Islam, meski tak tersirat. Begitu juga dengan The Roots of Madinah dengan beberapa judulnya: Darah di atas Pedang, Konspirasi Haykal, Syair Tanah Terjajah, dan Dari Jakarta hingga Jalur Gaza. Tak beda dengan Purgatory. Mereka satu visi sebagai agen Anti Zionist Action.
Menurut Thufail, latar belakang anak underground sendiri, justru kebanyakan mereka dari keluarga yang mapan. Karena musik-musik underground yang mereka bawa ke Indonesia adalah mereka yang kuliah ke luar negeri. ”Jadi salah, kalau ada yang bilang, musisi underground itu dari lapisan keluarga miskin dan anak jalanan. Mereka adalah orang-orang menengah ke atas. Mereka juga datang dari kalangan yang berpendidikan, bahkan ada yang berprofesi pengacara dan jaksa. Ketika visi-misi itu teragendakan, mereka tularkan kepada komunitas underground lain yang belum tersentuh keislamannya,” ujar Ombat.
Down load-down load internet di tahun 90-an, adalah mainan orang kaya. Jika musik-musik itu sampai ke Indonesia, pasti mereka yang pernah ke luar negeri. Cuma kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan brokenhome. Mereka mencari pelarian melalui musik, dan membangun dunia sendiri, komunitas sendiri, dan gaya hidup sendiri. Meski akhirnya salah jalan.
Agar memiliki wadah bersama antar musisi metal se-visi, Thufail dan sahabat-sahabatnya membentuk berandalan puritan plus dengan situsnya: www.berandalanpuritan.blogspot.com. Sebelumnya, ada jembatan harakah. Hingga saat sudah ada 1.000 orang yang tergabung, bukan hanya ikatan persaudaraan, melainkan juga mengikuti gaya hidup yang tidak melanggar moral dan agama, dalam hal ini Islam. Karakter dari anak metal adalah melontarkan kontra propaganda. ”Metal memang identik dengan kemarahan (angry). Tapi itulah hati nurani yang tidak dibuat-buat,” ujar Thufail.
Saat ini, sudah ada beberapa band yang sadar akan perlunya dakwah Islam ke dalam komunitas underground. Untuk itu perlu skill tersendiri untuk bisa masuk ke komunitas ini. Memang ini bukan segmen kelompok LDK atau komunitas yang sudah mengaji di harakah-harakah, tapi murni dakwah di kalangan underground.
Diakui Thufail al Ghifari, perang yang sedang berlangsung saat ini adalah perang tanpa senjata. Sebagai Muslim, tentu ibadah tertinggi adalah jihad qital. Tapi kondisi di Indonesia belum memungkinkan untuk diterapkan jihad Qital. Maka, yang harus dilakukan adalah mengcounter pemikiran dengan pemikiran, teknologi dengan teknologi, ekonomi dengan ekonomi, gaya hidup dengan gaya hidup. Inilah manuver yang kita sebut perang tanpa senjata.
reportase : Oleh Adhes Satria (Sabili)
Baca aja di majalah sabili EDISI NO.13 / THN XVII COVER : Dengan Headline 2010 PROGRAM MENGHANCURKAN NEGERI ISLAM dan Topik Pembahasan: 'UNDERGROUND PUN MENGGEMPUR ZIONIS'.
Minggu, 13 Mei 2012

Band Name - Embalmed
Album Title - Abandon Seven Sin ' Ep
Release Year - 2011
Release Labels - Pieces Records
Genre - Brutal Death Metal
Band From - Bandung
Bit Rate - 320 Kbps
Source Audio Quality - CD Rip
Artwork Cover Incl. - Front Covers
Uploaded By Pasukan Mati
Website
- Track Song -
01 Maut Adalah Benar
02 Seribu Nyawa Satu Surga
03 Ungod
04 Sin And Makers (Naked Truth Cover)
05 Spread The Blood (Kendali Total)
06 Jiwaku Milik Tuhan
07 Arshy
Catatan Kecil
Menjadi salah satu band lawas discene Ujung Berung Bandung, Embalmed yang gw kenal di Era 90-an getol mainin gaya Death Metal, namun seiring perkembangan jaman dan pergantian Formasi memutuskan band ini harus mengambil keputusan Bijak yang harus tetap mengikuti perkembangan Genre Death Metal sendiri. dan Ep " Abandon Seven Sin " bisa menjadi bukti serius mereka akan Comeback band dan eksis dipertarungan Musik Cadas era Milenium ini. dan seperti memainkan Gaya Brutal Death metal menjadi sebuah Tuntutan atau Idealisme band saja? dan seperti yang gw tau banyak banget di jagad Metal ini nama EMBALMED dipakai, yang jelas kali gw ini coba ngomongin Embalmed dari Ujung berung bandung hehehehe. " Maut Adalah Benar " membuka pembantaian Sadis Embalmed dengan gempuran Hyperblast Intense yang memang sedang dipopulerkan oleh Band sekampung mereka, Jasad ! namun hentakan Hyperblast ala Bleeding Corpse juga sangat terasakan, walaupun aransemen musiknya tergolong simple selain cuman mempertajam Powerfully skill aja, Embalmed memang kerap kagak Ngasih Kesempatan Buat Gw hehehehehe... Ada lagunya Band setongkrongan, Naked Truth yang menjadi partner eksistensi dari Kawasan Ujung Berung " Sin And Makers " untuk diaransemen kembali, well memang 7 lagu yang menawarkan Intensitas serta Brutalitas tetap menjadi Menu Utama Dani -nya Jasad untuk merekrut band ini dalam Rosternya, Pieces Records !
( Notes By Jennifer Angel )
- Download Link By Mediafire -
Album Title - Abandon Seven Sin ' Ep
Release Year - 2011
Release Labels - Pieces Records
Genre - Brutal Death Metal
Band From - Bandung
Bit Rate - 320 Kbps
Source Audio Quality - CD Rip
Artwork Cover Incl. - Front Covers
Uploaded By Pasukan Mati
Website
- Track Song -
01 Maut Adalah Benar
02 Seribu Nyawa Satu Surga
03 Ungod
04 Sin And Makers (Naked Truth Cover)
05 Spread The Blood (Kendali Total)
06 Jiwaku Milik Tuhan
07 Arshy
Catatan Kecil
Menjadi salah satu band lawas discene Ujung Berung Bandung, Embalmed yang gw kenal di Era 90-an getol mainin gaya Death Metal, namun seiring perkembangan jaman dan pergantian Formasi memutuskan band ini harus mengambil keputusan Bijak yang harus tetap mengikuti perkembangan Genre Death Metal sendiri. dan Ep " Abandon Seven Sin " bisa menjadi bukti serius mereka akan Comeback band dan eksis dipertarungan Musik Cadas era Milenium ini. dan seperti memainkan Gaya Brutal Death metal menjadi sebuah Tuntutan atau Idealisme band saja? dan seperti yang gw tau banyak banget di jagad Metal ini nama EMBALMED dipakai, yang jelas kali gw ini coba ngomongin Embalmed dari Ujung berung bandung hehehehe. " Maut Adalah Benar " membuka pembantaian Sadis Embalmed dengan gempuran Hyperblast Intense yang memang sedang dipopulerkan oleh Band sekampung mereka, Jasad ! namun hentakan Hyperblast ala Bleeding Corpse juga sangat terasakan, walaupun aransemen musiknya tergolong simple selain cuman mempertajam Powerfully skill aja, Embalmed memang kerap kagak Ngasih Kesempatan Buat Gw hehehehehe... Ada lagunya Band setongkrongan, Naked Truth yang menjadi partner eksistensi dari Kawasan Ujung Berung " Sin And Makers " untuk diaransemen kembali, well memang 7 lagu yang menawarkan Intensitas serta Brutalitas tetap menjadi Menu Utama Dani -nya Jasad untuk merekrut band ini dalam Rosternya, Pieces Records !
( Notes By Jennifer Angel )
- Download Link By Mediafire -
Sabtu, 12 Mei 2012
Video Youtube Yang Sedang Ramai Di Bicarakan Di Facebook “Kepada Tuan Teroris”
Puisi yang ditujukan untuk mantan Presiden Amerika Serikat George Bush ini bercerita tentang sikap dan arogansi Amerika yang memutar balikan fakta dengan isu perang melawan terorisme, padahal sebenarnya itu adalah propaganda perang terhadap dunia Islam.
Di bacakan dengan lugas, dengan rekaman video ala kadarnya, tidak mengurangi nilai emosional yang coba disampaikan Dewanty kepada para penyimak. Hm…ini mengingatkan kami dengan isu hangat kesetaraan gender dan fenomena Irshad Manji, Sejatinya Dewanty jauh lebih ‘menarik’ untuk perkenalkan sebagai tokoh perempuan setelah sosok – sosok seperti Helvy Tiana Rosa dibanding seorang Profesor bernama Musdah Mulia ataupun seorang penulis buku yang ingin menafsirkan Islam dari sentimen kegalauan masa lalunya, siapa lagi kalau bukan Irshad Manji. Dewanty hingga Helvy Tiana Rosa adalah sosok sosok perempuan tegar, kreatif, kuat hingga cerdas, dan mereka tidak perlu melabelkan dirinya feminis untuk menunjukkan bahwa mereka perempuan Istimewa. Simak pembacaan puisinya :
Rep : Manfa
Red : Catalist Fist
Jadilah Mujahidah, Jangan Jadi Feminis!
Namun ketika cinta telah merekat, hidup satu atap dan melihat langsung bagaimana dia sehari – hari, tak sedikit yang merasa salah memilih, menyesal karena terlalu cepat mengambil keputusan, walau ada juga yang saling menerima keadaan pasangan satu sama lain dan saling melengkapi, merekalah orang- orang pilihan Alloh yang istiqomah. Mereka memilih bukan atas dasar cinta yang instan, cinta yang buta, atas dasar lahiriah semata, tapi karena ketaatan mereka kepada Alloh sehingga terlahirlah kasih sayang karena Alloh.
Jemput bahagia diharimu, berikan ia cinta tulusmu. berikan ia senyum terbaikmu. Jadilah pendengarnya yang setia, tapi jangan berharap ia akan menjadi pendengarmu yang baik. menjadi pendengar yang baik itu memang gampang- gampang susah, apalagi setelah seharian lelah mengerjakan rutinitas sebagai ibu rumah tangga, dari bangun tidur sampai tidur lagi, begitu terlelap, tengah malam suami pulang dari tugasnya bekerja dan berdakwah. ia meminta kita mengurut badannya, memijit telapak kakinya..meminta dibuatkan teh..lalu mulai mengeluarkan kelelahannya dengan curhat dan meminta masukan dari istri. Belum lagi sikecil yang ngompol terus menerus karena masih bayi. Lelah sudah pasti, tapi jika tahu betapa Alloh akan meninggikan kemuliaan kita apakah semua letah dan letih itu masih terasa?
Lelah dan letih tersebut memang tak bisa dihilangkan, tapi dengan senyum dan berharap kebaikan Alloh maka lelah itu akan menjadi suatu nikmat yang luar biasa. Sering saya mengobrol dengan ibu- ibu tetangga, mereka dengan sangat semangat menceritakan pengalaman mereka mengasuh anak- anak hingga melayani suami, jarang sekali mereka bercerita dengan marah, kebanyakan mereka sambil tersenyum walau sesekali keluar keluhan dari bibir mereka, tapi mereka seolah menganggap itu hal yang wajar dan lumrah, yah memang beginilah pekerjaan wanita kalau sudah menikah apalagi punya anak. Singkat dan pasrah.
Disinilah pentingnya ilmu, agar tidak terjebak pada aktifitas kebanyakan ibu- ibu sekarang yang menganggap semua pekerjaan mulia itu sebagai hal yang wajar dan mereka pasrah mengerjakannya. Pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaaan paling mulia bagi seorang wanita, ia selalu berada didalam rumahnya, mengasuh anak dan mencetak mereka menjadi generasi selanjutnya, menyiapkan bekal untuk suami dan anak- anak, memfalitasi semua kebutuhan anggota keluarganya secara professional, seperti menjadi pegawai loundry yang sangat dermawan, menjadi clining servis setiap saat tanpa menagih gaji bulanan, menjadi derektur keluarga, sekretaris pribadi suami, bendahara keuangan, menjadi guru privat anak- anak, koki dengan keahlian masakan yang super enak dan hemat, menjadi sahabat yang tak akan menikam, dan masih banyak profesi lainnya yang ia sandang.
Itulah kenapa wanita adalah makhuk yang kuat, ia kuat memikul semua beban itu sendirian, dengan senang hati dan penuh percaya diri.ia tidak mengharapkan gaji bulanan, tapi berharap janji Alloh yang pasti kebenarannya.
Semangatnya juga bukan karena faktor pasrah semata menjalani takdirnya sebagai seorang istri dan ibu, tapi lebih indah dari itu, ia mempunyai tujuan yang mulia, yaitu mencari Ridho Alloh Swt. Semangatnya berdasarkan pada ajaran agama yang diyakininya, mencontoh kepada para ummul mukminun, para shahabiyah dan wanita- wanita sholekhah, ia tidak hanya pasrah pada keadaan yang seakan membelenggunya untuk melakukan aktifitas lain, tidak! Bahkan ia selalu haus akan ilmu, ia terus berusaha mendapatkannya, dimanapun..dirumahnya, dalam kajian- kajian halaqoh, atau ditempat lainya, ia ingin menjadi yang terbaik di hadapan Alloh dan Rosulnya dalam mempersembahkan Suami dan anak- anaknya menjadi pegiat dan pejuang di jalan Alloh.
Siapkah kita mendampingi suami dan anak- anak hingga memperoleh khusnul khotimah diakhir hayatnya? Bahkan syahid?
Temanilah mereka dalam hal kebaikan, tegaslah terhadap kemaksiatan, dan lemah lembutlah dalam memberikan nasehat kepada mereka. Bersabarlah dalam menemani perjuangan, ini bukan pilihan yang salah. Janganlah mengeluh atas kekurangannya mencukupi kebutuhan hidup. Jika dari awal sudah sepakat untuk berjuang dijalan Allah makan janganlah menggerutu jika suami jarang dirumah, jarang bermain bersama anak- anak, jarang memanjakan istri. Ia sedang berjuang mati- matian mempersiapkan jannah untuk keluarga. Bukan tidak mungkin ikut andilnya sang istri dan anak- anak dalam mendukung perjuangan suami dalam Dien ini secara otomatis telah melibatkan kita, dan Insyaalloh kita juga akan mendapatkan pahalanya.
Jadilah perempuan yang mandiri, tidak sedikit- sedikit minta tolong kepada suami untuk mengerjakan ini dan itu, sebisa mungkin berusaha untuk mengahsilkan uang sendiri melalui kreatifitas kita di dalam rumah, sebagai persiapan bekal jika sewaktu- waktu kita ditinggalkan oleh suami. Bagaimanapun juga kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Maka bersabarlah dan berkreasilah. Jadilah wanita yang kuat, kuat secara Aqidah juga kuat dalam kemandirian, dan untuk melakukan itu kita tetap tak perlu melabelkan diri kita feminis. Kita adalah Mujahidah bukan Feminis!
Oleh : Iqtina Khansa – Penulis adalah ibu rumah tangga dan istri dari rapper Thufail Al Ghifari
Red : Catalist Fi
Read more http://www.undergroundtauhid.com/jadilah-mujahidah-jangan-jadi-feminis/
Ketika Punk Memprotes Konser Jello Biafra di Tel Aviv Israel Untuk Membela Palestina
Brian Van Slyke, seorang aktivis yang suka memperjuangkan keadilan masyarakat dan juga seorang penggerak kolektif punk dan record label indie di Massachusetts mengkritik sikap Jello. Bagi Brian, Punk selalu bicara tentang anti penindasan, suatu hal yang ane jika seorang founding father seperti Jello Biafra justru kini bermain disebuah negara yang melakukan penindasan dan teror atas kemerdekaan bangsa lain.
“Melakukan konser musik dan bersenang – senang di sebuah negara apartheid seperti Israel dengan penjajahannya adalah suatu hal yang bertentangan dengan semangat punk yang penuh solidaritas kemanusiaan yang menolak penindasan dan pengekangan atas kemerdekaan” Jelasnya.
Martial Kurtz, Aktivis Palestine Solidarity Campaign dari London, UK juga memprotes Jello dengan keras. Martial berkata bahwa dia telah mendengarkan Band Dead Kennedys sejak tahun 80-an, dan baru kali ini dia melakukan kritikan terhadap perilaku personal band yang dikaguminya itu.
“Saya mendengarkan Dead Kennedys sejak tahun 80-an, dan baru sekarang saya menemukan alasan mengkritik mereka. Saya telah bergabung dengan gerakan solidaritas Palestina selama 10 tahun di Londong, dan sikap Jello yang ingin melakukan konser di Tel Aviv Israel, membuat perut saya mules dan ingin muntah. Jello Jangan lakukan itu! jika ini cuma masalah uang, seharusnya Punk selalu terbiasa dengan kehidupan DIY dan menolak menjadi bagian dari tembok apartheid” Jelas Martial.
Greg Timony, Pelajar dari Irlandia berkata ” saya serukan pemboikotan untuk semua pembunuhan seperti yang dilakukan rezim Israel Dan Syria, Jika Jello tetap akan konser di Tel Aviv, percayalah tidak akan pernah ada lagi Dead Kennedy dalam kehidupan saya”
Seruan protes ini juga datang dari hampir seluruh belahan dunia, dimana fans dari Dead Kennedy berada. Mereka semua rata – rata mengancam akan memboikot Jello Biafra dan Dead Kennedys dan akan berhenti mengidolakan band Punk yang sangat lawas ini.
Dead Kennedys
Adalah sebuah band Punk Rock dari San Fransisco, California. Menyerang semua asumsi dari pergerakan politis kiri maupun kanan dengan humor. Musik mereka mencampur lebih banyak dari elemen-elemen musik eksperimental dari musik punk Inggris dengan energi dari punk dari Amerika. Vokalis dari Dead Kennedys pada masa awal adalah Jello Biafra. Walau sekarang Jello Biafra sudah bukan bagian dari Band ini tersebut, tapi sosoknya dalam scene Punk cukup berpengaruh.
Dead Kennedys diperhatikan karena penggunaan liriknya, yang mana biasanya mereka mengambil dari kehidupan sehari-hari rakyat Amerika yang sangat jauh dari pandangan sayap kiri (Biafra sendiri adalah seorang penganut anarkisme). Tak seperti band punk sayap kiri lainnya yang menggunakan slogan-slogan pergerakan secara langsung, lirik-lirik Dead Kennedys biasanya bernuansakan satyr, dan bahkan lebih sering sarkastik. Lagu “Holiday In Cambodia” adalah sebuah lagu yang satyr dan multi persepsi dimana dalam lirik itu orang-orang kaya dan Khmer Merah sebagai target perang pemerintah Amerika (pada saat merekam lagu tersebut pemerintah Amerika sedang mendukung rencana taktis Pol Pot dalam perang melawan Vietnam).
Lagu-lagu seperti “Kill The Poor”, “California Über Alles” dan “Police Truck” sebenarnya mengambil dari pandangan musuh mereka, kelompok sayap kanan. Pada awalnya ada beberapa kasus dimana band tersebut didukung oleh para pergerakan punk sayap kanan yang mana mereka mengambil dari lirik lagu “Kill The Poor”, dan sebagainya, sebenarnya mereka salah persepsi dari lagu satyr tersebut. Dead Kennedys lalu menulis sebuah lagu untuk merespons kesalahan pandangan dari elemen tersebut, lagu tersebut mereka beri judul “Nazi Punk F**K Off!” yang kemudian lagu ini di-cover oleh Napalm Death.
Elemen-elemen lirik Dead Kennedys lainnya termasuk taktik-taktik militer yang mengejutkan, seperti pembunuhan imajiner di lagu “Holiday In Cambodia” dan “Chemical Warfare”. Bagaimanapun juga, tak seperti band-band punk dan hardcore lainnya yang bermain dengan tema-tema yang sama, Dead Kennedys biasanya mempunyai pandangan yang lebih jelas akan lirik-lirik lagu mereka.
Jello Biafra meneruskan dirinya sebagai seorang kritikus terpandang akan kebijakan-kebijakan politik Amerika, dia melakukan kuliah-kuliah politik di berbagai tempat baik sesudah maupun selama dia masih bersama Dead Kennedys. Sebagai seorang anarko, dia juga dikenal sebagai sosok atheist yang kuat dalam berfilsafat. (Tentu dia bukan figur yang tepat untuk kita jadikan panutan–ed).
Sikap Kita: Sebagai Seorang Punk dan Sebagai Muslim
Punk sangat menentang adanya penindasan dimuka bumi ini. Begitu juga sebagai seorang Muslim, penindasan adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Karenanya, isu tentang pembebasan Palestina dan pemboikotan terhadap Israel bukanlah isu agama tertentu saja. Isu ini adalah isu global yang harus diselesaikan bersama-sama dengan elemen-elemen gerakan kemanusiaan lainnya. Jika punk movement di Barat memboikot Israel karena penindasan yang dilakukan kepada warga muslim Palestina, maka kita sebagai Muslim pun melawan Israel karena penindasan yang mereka lakukan, dan juga karena Allah Swt telah memerintahkan kita peduli dengan nasib saudara-saudara seiman dimanapun mereka berada. Let’s make punk a threat again!
Rep : Maulana, Aik
Red : Catalist Fist
DJ Djackal (Purgatory) Bicara Soal Front Pembela Islam
Kultwit sederhana itu amat sangat baik untuk diketahui banyak orang. Mengingat selama ini usaha pembunuhan karakter terhadap Habib Rizieq dengan Ormas FPI-nya terus dilakukan kelompok Liberal tidak henti – hentinya dilakukan. Terlebih pendapat mengenai FPI yang dibagikan seorang Anggy Umbara justru hadir dari kalangan seniman dan aktivis entertainmen, yang selalu diidentikan kaum liberal sebagai masyarakat anti FPI, kenyataanya tidak sedikit juga dari kalangan komunitas seperti Anggy ini yang memberikan penilaian objektif mengenai kehadiran FPI dimasyarakat yang sangat dibutuhkan sebagai katalisator masyarakat. Berikut kutipan undergroundtauhid.com dari twitter pribadi Anggy Umbara :
- Berawal dari sahabat yang terimpa musibah teror dari kelompok preman kesukuan. Keluarganya difitnah, diancam dan diteror terus menerus
- Keluarga yg terdiri pensiunan sampai balita ini ketakutan. Mrk minta perlindungan polisi dan PM tp tdk mendapat respon nyata!
- Sahabat itu akhirnya meminta perlindungan preman2 lain dgn imbalan materi,namun mrk malah balik menteror&membantu preman pertama
- Di saat preman2 bergerak bebas dan pemerintah/polisi tidak bisa memberikan perlinduangan keamanan pada rakyatnya, siapa yg bisa?
- Stlh minta ptunjuk Allah, sahabat akhirnya mencoba meminta bantuan plindungan keamanan pd FPI dgn mengirim surat ke Habib Riziq
- Dgn hitungan jam, ia lgsg mndapat respon positif. Sahabat dan keluarga diundang silaturahmi ke kediaman sang Habib kontroversial
- Ia pun mengajak saya&bbrp sahabat lain. Sempat terjadi keraguan dlm merespon ajakan ini, krn sebelumnya sy sgt antipati pd FPI
- Akhirnya dengan meminta perlindungan Allah, saya dan beberapa sahabat menerima ajakan silaturahmi dadakan itu.
- Karena macet dan harus menjemput @endone akhirnya saya dtg terlambat. Dgn bantuan mbah google kita pun menemukan lokasi tsb
- Mobil kami masuk ke jalan sempit di petamburan. Kami pun turun&bertanya.. Beberapa org memberikan arahan sambil memandang aneh
- Akhirnya seorng laskar mbawa kami melewati gang2 sempit. Jantung berdegup was2, tdk prnh menyangka akan menginjakkan kaki dsana
- Kami tiba di sebuah ruang meeting dipenuhi dgn wakil FPI dr mana2. Shock mlihat segitu banyaknya org sdg membahas kasus sahabat
- Dgn tegas Habib yg bersila di ruangan mnugaskan bbrp komandanLaskar utk sigap mberikan prlindungan keamanan pd keluargaSahabat!
- Habib Riziq & beberapa habib lainnya, serta ketua FUI dan pengacara kontroversial bpk Munarman, memberikan masukan dan wejangan
- Adzan maghrib terdengar dan kami solat berjamaah. Tk ada komen ataupun pandangan mencibir pd kami yg gondrong,mohawk&gimbal ini
- Stlh solat, dia masuk ke rumahnya yg cukup sdrhna utk seorng Habib, &baru kt ketahui kmdian bhw dia muntah bbrp kali/sdg sakit
- Walaupun sakit dia kembali keluar dan menyambut kita dgn dgn jamuan makanan dan minuman.
- Tbentuklah lingkaran kecil di mushola rmh Habib, terdiri dr pr Habib,laskar,Mogerz, SalamSatuJari, #IndonesiaTanpaJIL &lainnya
- Kami pun mulai berbincang, seru dan enlightening. Uztd Solmed pun datang bergabung, ambil bagian dari obrolan seru itu
- Terlihat bgt humble-nya mereka yg penuh senyum dan ademnya suasana disana, jauuuh bgt dari yg kita bayangin sebelumnya.
- Kompak lgsg kebuka mata dan rasa kita kalo FPI sangat jauh dgn apa yg diberitakan di luar. Sesekali kami saling pandang takjub
- Hampir 4 jam kt berbincang disana, sampai2 sang habib menunda makan malamnya,dmana assisten sdh lelah mengingatkan di belakang
- Terbuka lah fakta2 yg tidak pernah ter-expose media seperti yang @bontuit katakan dalam kultwitnya di #TemuFPI
- Masih banyak fakta lainnya yg tak terkatakan dalam kuktwit tsb, dimana data2 lainnya msh terus berdatangan link demi link
- Beberapa point yg kami dapat ; jgn langsung percaya Media di tanah air ini.. Sebagian besar telah terkompromi..
- Kl ingin tau kebenaran dr suatu kasus, cross-check ke kedua belah pihak! Jangan cuma dr pihak yg mengambil keuntungan dr berita
- Mslh kegagalan journalism ini sdh kami buktikan sendiri di tgl 9maret. Makanya civil journalism lbh trend kedepan kyknya nih!
- Bbrp menit sbelum jam 10 akhirnya kami mohon diri dgn senyum takjub msh menghias, serta membawa souvenir pemberian sang Habib.
- Selama 4 jam, Habib bersila tanpa merubah posisi sedikitpun, sementara kami sdh berkali-kali tak tahan pegel kaki dan pinggang
- Jgn prnh membenci. Crosscheck lgsg ke source akan kebenaran suatu hal krn Fitnah Akhir Jaman sebenarnya adlh nyata sdg terjadi
- Ternyata –> FPI siap memberikan perlindungn utk kaum yg terdzalimi dan teraniaya tanpa melihat agama/golongan & tanpa imbalan apapun.
- Sudah banyak kasus serupa mereka tangani, dari keluarga keturunan tionghoa non muslim sampai kasus mesuji yg mayoritas hindu
- Matagw berkaca saat bikinTwit ini, sedih, nyesel prnhSuudzon,takjub&terharu inget smua yg dikatakan Habib.. WaktuJumatan-Sekian
Anggy Umbara sendiri cukup dikenal lewat beberapa video klip yang disutradainya. Salah satu karyanya yang mendapat penghargaan adalah video klip D’Masiv – Jangan Menyerah. Beliau juga pernah menggarap beberapa video klip dari St12, Marsmellow hingga Afghan, dan banyak lagi. Saat ini beliau sedang menyelesaikan sebuah film layar lebar.
Pada kegiatan silahturahim ini juga selain dihadiri komunitas Salam Satu Jari (One Finger Underground Movement), ada juga perwakilan komunitas #IndonesiaTanpaJIL, dan komunitas yang berangkat dari penggemar Purgatory yaitu MOGerz yang merupakan singkatan dari Messenger Of God Loverz, atau intinya komunitas anak anak muda yang menggemari dan mencintai Rasulullah Saw.
Rep : Indra Bujana
Red : Aditya Abdurahman Abu Hafidz
underground tauhid

Underground Tauhid–Mungkin banyak diantara kita yang sudah menyandang gelar sebagai seorang muslim sejak kecil karena dilahirkan di dalam keluarga yang beragama Islam. Namun sangat jarang diantara kita yang serius mempelajari dan memahami apa makna dari Islam itu sendiri dari hal-hal yang mendasar.
Kita boleh berbangga bahwa Islam adalah satu-satunya agama dimuka bumi ini yang dinamakan langsung oleh Allah Swt melalui wahyuNya. Selain Islam, setiap agama didunia ini mengambil nama dari penemunya atau tempat di mana agama itu dilahirkan dan dikembangkan. Misalnya, agama Nasrani atau Kristen, nama ini diambil dari Nabi Isa As. yang sering mereka sebut dengan nama Jesus Christ. Yang lalu nama agamanya disebut Kristen atau Christian. Agama Budha berasal dari nama pendirinya, Budha Gautama. Agama Zarathustra menggunakan nama pendirinya, Zoroaster. Demikian pula agama Yahudi berasal dari kata Judah (negeri asal Yahuza), tempat dimana agama ini dilahirkan. Begitu juga dengan agama-agama lainnya.
Islam sangat berbeda dengan agama-agama tersebut. Agama ini mempunyai keunikan karena tidak memiliki hubungan dengan orang atau masyarakat tertentu atau daerah tempat mulai disyiarkannya.
Kata “Islam” tidak berasal dari nama pendirinya atau diambil dari nama daerah tertentu. Islam adalah istilah yang langsung diwahyukan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw sebagai nama dari agama ini. Allah Swt berfirman:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” (QS. Ali Imran: 19)
“…Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maidah: 3)
Makna Islam
Kata “Islam” tidak boleh dimaknai dengan keliru. Sebagian orang memaknai Islam hanya pada level bahasa saja. Seperti misalnya, Islam dimaknai sebagai sikap tunduk dan patuh. Dimana setiap orang yang tunduk dan patuh dapat disebut Muslim meskipun secara formal dia tidak beragama Islam. Nah, pemahaman ini sangat menyimpang. Karena setiap istilah memiliki dua makna, selain makna bahasa, ada juga makna teknis atau makna istilah. Misalnya makna kata “zakat” adalah mensucikan, tetapi makna teknisnya adalah suatu ibadah yang dilakukan dengan cara tertentu. Begitu juga dengan “shalat” yang secara bahasa dimaknai sebagai doa, namun secara teknis shalat dimaknai sebagai ibadah dengan aturan dan cara tertentu.
Begitu juga dengan Islam. Makna bahasanya memang berarti tunduk dan patuh, namun makna teknisnya adalah nama satu agama yang secara tegas disebutkan dalam al-Quran. Islam adalah nama agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan dijelaskan maknanya pula dalam beberapa sabda beliau. Misalnya dalam hadits Arbain Nawawi yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi. Dalam hadits tersebut menjelaskan definisi Islam secara jelas:
“Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah—jika engkau berkemampuan melaksanakannya.” (HR. Muslim)
Menurut Syed Nuqaib Al-Attas, Islam memiliki worldview yang berbeda dengan pandangan hidup agama-agama lainnya. Karakteristik yang luar biasa dalam Islam adalah:
Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh
Editor: Catalyst Fist
Islam: Satu-satunya Agama yang Namanya Langsung Diberikan oleh Allah Swt
Underground Tauhid–Mungkin banyak diantara kita yang sudah menyandang gelar sebagai seorang muslim sejak kecil karena dilahirkan di dalam keluarga yang beragama Islam. Namun sangat jarang diantara kita yang serius mempelajari dan memahami apa makna dari Islam itu sendiri dari hal-hal yang mendasar.
Kita boleh berbangga bahwa Islam adalah satu-satunya agama dimuka bumi ini yang dinamakan langsung oleh Allah Swt melalui wahyuNya. Selain Islam, setiap agama didunia ini mengambil nama dari penemunya atau tempat di mana agama itu dilahirkan dan dikembangkan. Misalnya, agama Nasrani atau Kristen, nama ini diambil dari Nabi Isa As. yang sering mereka sebut dengan nama Jesus Christ. Yang lalu nama agamanya disebut Kristen atau Christian. Agama Budha berasal dari nama pendirinya, Budha Gautama. Agama Zarathustra menggunakan nama pendirinya, Zoroaster. Demikian pula agama Yahudi berasal dari kata Judah (negeri asal Yahuza), tempat dimana agama ini dilahirkan. Begitu juga dengan agama-agama lainnya.
Islam sangat berbeda dengan agama-agama tersebut. Agama ini mempunyai keunikan karena tidak memiliki hubungan dengan orang atau masyarakat tertentu atau daerah tempat mulai disyiarkannya.
Kata “Islam” tidak berasal dari nama pendirinya atau diambil dari nama daerah tertentu. Islam adalah istilah yang langsung diwahyukan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw sebagai nama dari agama ini. Allah Swt berfirman:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” (QS. Ali Imran: 19)
“…Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maidah: 3)
Makna Islam
Kata “Islam” tidak boleh dimaknai dengan keliru. Sebagian orang memaknai Islam hanya pada level bahasa saja. Seperti misalnya, Islam dimaknai sebagai sikap tunduk dan patuh. Dimana setiap orang yang tunduk dan patuh dapat disebut Muslim meskipun secara formal dia tidak beragama Islam. Nah, pemahaman ini sangat menyimpang. Karena setiap istilah memiliki dua makna, selain makna bahasa, ada juga makna teknis atau makna istilah. Misalnya makna kata “zakat” adalah mensucikan, tetapi makna teknisnya adalah suatu ibadah yang dilakukan dengan cara tertentu. Begitu juga dengan “shalat” yang secara bahasa dimaknai sebagai doa, namun secara teknis shalat dimaknai sebagai ibadah dengan aturan dan cara tertentu.
Begitu juga dengan Islam. Makna bahasanya memang berarti tunduk dan patuh, namun makna teknisnya adalah nama satu agama yang secara tegas disebutkan dalam al-Quran. Islam adalah nama agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan dijelaskan maknanya pula dalam beberapa sabda beliau. Misalnya dalam hadits Arbain Nawawi yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi. Dalam hadits tersebut menjelaskan definisi Islam secara jelas:
“Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah—jika engkau berkemampuan melaksanakannya.” (HR. Muslim)
Menurut Syed Nuqaib Al-Attas, Islam memiliki worldview yang berbeda dengan pandangan hidup agama-agama lainnya. Karakteristik yang luar biasa dalam Islam adalah:
- Berdasarkan atas wahyu.
- Bukan sekedar hasil pikiran manusia mengenai alam fisik dan keterlibatan manusia dalam sejarah, sosial, politik, dan budaya.
- Tidak bersumber dari spekulasi filosofis yang dirumuskan berdasarkan pengamatan dan pengalaman inderawi.
- Mencakup pandangan tentang dunia dan akhirat.
Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh
Editor: Catalyst Fist
Langganan:
Postingan (Atom)

